Rabu, 29 April 2009

SENANG MASIH ‘PERAWAN’


Penanangan berbagai kasus kriminal di Kabupaten Sikka tentu saja bukan pekerjaan ringan. Dengan hanya berkekuatan enam orang jaksa bukan juga alasan untuk menunda-nunda pekerjaan, apalagi dalam kerangka menegakkan superamsi hukum di bumi nyiur melambai. Demikian tekad Kepala Kejaksaan Negri Maumere Acep Sudarman,SH ketika bertatap muka dengan warga Kecamatan Mapitara, Sabtu (25/4) “Banyak orang yang masih sangsi bagaimana mungkin seorang pencuri ayam bisa masuk penjara, tetapi seorang koruptor yang merugikan puluhan bahkan ratusan uang negara tidak ditahan atau dihukum,”tandas Sudarman seraya menandaskan bahwa opini seperti ini sah-sah saja tetapi ia dan jajarannya tetap bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan koridor dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kepada seluruh masyarakat Kecamatan Mapitara, Acep Sudarman,SH berharap agar masyarakat Kecamatan Mapitara mendukung kinerja Kejaksaan dalam menangani berbagai kasus di kabupaten Sikka. “Tentu saja doa dan dukungan masyarakat akan sangat mendukung kinerja kejaksaan dalam menangani berbagai kasus di Kabupaten Sikka,”harap Sudarman. Kepala kejaksaan Negri Maumere Acep Sudarman, SH ke Kecamatan Mapitara dalam rangka mendampingi kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Sikka selama dua hari (25-26/4) belum lama berselang. Sementara tentang kondisi dan keadaan Kecamatan Mapitara sendiri Sudarman mengakui bahwa daerah ini punya potensi yang luar biasa tertutama sumber daya alam,dan pariwisata namun demikian masalah yang paling krusial adalah sarana trasportasi dan komunikasi.
“Setelah melewati perjalanan yang hampir tiga jam lebih melewati sepanjang pantai selatan saya merasa cukup lelah, namun saya sangat menikmati dan kagum, sepanjang jalan tersebut menyimpan panorama alam serta potensi pariwisata yang luar biasa, pantai pasir putih, hutan yang luas serta daerahnya masih perawan benar, saya senang sekali,” puji Sudarman seraya menambahkan suasana ini terasa berbeda dengan kedaan Kota Jakarta tempat asalnya dimana cukup ramai, penuh hangar bingar serta banyak dijumpai bangunan-bangunan bertingkat. (pollycarpus)

Senin, 27 April 2009

OTDA MENUNTUT KEMANDIRIAN DAERAH


Maumere_ Otonomi menuntut kemandirian dan kreatifitas daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Kemandirian daerah dapat diukur dari beberpa aspek antara lain kualitas sumber daya aparatur yang memadai, pendapatan asli daerah yang dapat mencukupi kebutuhan daerah, organnisasi dan manajemen yang baik, partisipasi masyarakat yang tinggi, sarana dan prasarana yang memadai dan potensi sumber daya alam yang tinggi.
Demikian ini disampaikan Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus,M.M. pada Upacara Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah, di Halaman Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sikka Jl El Tari Maumere, Senin (27/04/2009).
Pada Hari Otda yang mengambil thema : Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Pelayanan Publik Dan Daya Saing Daerah Menuju Masyarakat Sejahtera. Wera Damianus, dalam pidatonya juga menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan publik merupakan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintah daerah mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkay dusun.
Untuk itu kualitas sumber daya aparatur harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, hal ini sejalan dengan salah satu misi pembangunan kabupaten Sikka kabupaten Sikka yaitu meningkatkan mutu sumber daya manusia dan lingkungan dalam upaya mencapai derajat kesehatan dan tingkat pendidikan melalui pelayanan kesehatan serta pendidikan formal dan non formal yang bermutu.
Peningkatan daya saing daerah merupakan obsesi besar bagi setiap daerah untuk semakin kreatif dalam menata dan mengelola system pemerintahannya, merencanakan dan melaksanakan pembangunan secara baik dan bertanggung jawab serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan proses pembangunan daerah, hal tersebut akan bermuara pada meningkatnya dinamika perekonomian daerah yang pada akahir meningkatkan pendapatan asli daerah yang berasal dari retribusi dan pajak daerah.
Diakhir pidatonya wakil Bupati menghimbau kepada seluruh komponen penyelenggara pembangunan untuk semakin meningkatkan semangat dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Sikka yang bersatu, berkeadilan, sehat, cerdas, dan bermartabat dengan berbasis pada latar belakang sejarah dan budaya melalui sistem pemerintahan yang baik dan bersih Hadir dalam upacara Apel tersebut Sekretaris daerah Drs. Sabinus Nabu, Jajaran Muspida, Para Staf Ahli Bupati, serta Para PNS lingkup pemerintah Kabupaten Sikka (pollycarpus)

JALAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEBUTUHAN PRIORITAS MAPITARA


Mapitara_ Sejak diresmikan sebagai sebuah kecamatan tanggal 29 Juni 2007, sarana dan prasarana jalan menjadi kebutuhan prioritas masyarakat di Mapitara, yang harus didahulukan pembangunannya. Karena dengan kondisi jalan yang memadai diyakini akan membuka peluang bagi masyarakat dan pihak luar untuk mengakses sumber daya yang ada di Wilayah Kecamatan Mapitara. Untuk itu, masalah jalan supaya mendapat perhatian serius dari Pemerintah,
Demikian harapan ini disampaikan Camat Mapitara, Drs. Humerus Andreas, dalam laporannya ketika mendapat Kunjungan Kerja Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dan Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus, M.M. dalam rangka Sosialisasi Pelaksanaan Program Penanganan Paska Bencana, Sabtu (25/04/2009) di Halaman SLTP PGRI Lero Hae di Hale Kecamatan Mapitara.
Selain itu, tanpa adanya akses jalan yang memadai juga akan berdampak pada sulitnya pemerintah dan masyarakat untuk melakukan evakuasi dan menghindar dari bencana. Pasalnya Kecamatan Mapitara tepat berada di kaki Gunung Api Egon, yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di Mapitara.
“ Mapitara juga memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa banyaknya, namun akibta kekurangan sarana prasarana transportasi dan informasi. Masyarakat di Kecamatan Mapitara selalu berada dalam kondisi ekonomi yang memrihatinkan. Padahal Mapitara menyimpan banyak potensi untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidupnya. “ jelas Humerus Andreas.
Kemiskinan di bidang informasi telah memberi dampak pada rendahnya partisipasi masyarakat Kecamatan Mapitara untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Ibu Kota Kabupaten Sikka, Maumere. Akibat sering mendapat informasi undangan yang terlambat dari Pemerintah Kabupaten yang ada di Maumere. Padahal memiliki kemampuan yang besar untuk mengikuti berbagai moment kegiatan yang ada berlangsung di Maumere.
Untuk itu, selain memrioritaskan pelaksanaan pembangunan di bidang sarana prasarana jalan baik ke Maumera maupun antara desa di Kecamatan Mapitara. Pembangunan di bidang komunikasi dan informasi juga supaya diutamakan dan diprioritaskan.
Saat ini Kecamatan Mapitara di huni sedikitnya 6617 orang warga, dan 1276 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 4 desa. Yakni Desa Hale, Desa Hebing, Desa Nata Koli dan Desa Egon Gahar.
Terkait masalah jalan, juga pernah disampaikan Andreas ketika mendapat kunjungan kerja dari TIM V DPRD Sikka, yang terdiri dari Petrus Jelalu (Fraksi Gabungan Pembaharuan/Komisi C), Gabriela Mako (Fraksi Partai Golkar/Komisi C), Patric da Silva (Fraksi Partai PDI Perjuangan/Komisi A) dan Donde Konterius (Fraksi PDI Perjuangan/ Komisi B), saat melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Kecamatan Mapitara , Jum ad (22/02) tahun 2008 lalu.
Rp. 3 M untuk Jalan di Mapitara
Menanggapi hal ini, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang mengatakan Pemerintah Pusat dalam rangka penanggulangan bencana Gunung Api Egon yang sewaktu-waktu dapat terjadi, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana senilai Rp 3 M untuk Mapitara. Maka untuk tahun ini akan dilakukan pembangunan sarana jalan.
“Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana senilai Rp. 3 Miliar untuk wilayah Mapitara yang rentan terhadap bencana alam. Untuk itu dengan dana bantuan dari pemerinta pusat, akan didahulukan pengerjaan jalan. Hal ini untuk memperlancar dan mempercepat proses evakuasi bila sewaktu – waktu terjadi letusan dari Gunung Apai Egon” jelas Sosimus.
Juga disampaikan Sosimus Mitang, tahun ini juga akan dilakukan pembangunan sarana kesehatan, Puskesmas yang akan melayani masyarakat Kabupaten Sikka yang ada di Kecamatan Mapitara. Juga di Puskesmas Mapitara akan ditempatkan satu orang dokter umum guna melayan pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan itu Bupati Sosimus juga mensosialisasikan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Kemiskinan yaitu mengenai KK Miskin yang jika berjudi akan diproses dan dicoret dari daftar sebagai KK miskin. Selain itu yang juga akan dicoret dari daftar sebagai KK Miskin adalah masyarakat yang malas, padahal memiliki lahan pertanian. Juga masyarakat miskin yang diketahui menyelenggarakan pesta lebih dari dua kali.
Dalam hal ketahanan pangan Bupati Sosimus kembali menegaskan untuk menggunakan bahan baku lokal seperti ubi, pisang, kacang dan lainnya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Ikut serta dalam kunjungan Bupati Sikka ke Kecamatan Mapitara Jajaran Muspida Sikka, Pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Para Kepala Dinas Badan Kantor Bagian Instansi Lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, dan Para Camat Se Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka Serahkan Bantuan
Usai mengikuti Perayaan Misa di Gereja Renha Rosari Mapitara, Minggu (26/04/2009) Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, menyerahkan bantuan untuk Paroki Renha Rosarai Halehebing. Bantuan berupa uang senilai Rp. 10 juta dan beras sebanyak 2 ton. Bantuan tersebut langsung diterima Pastor Paroki Rm. Lorens Pr.
Kepada pastor Paroki Sosimus mengharapkan, agar bantuan yang diberikan untuk dipergunakan sesuai kebutuhan dalam rangka pembangunan beberapa Kapela Di wilayah Kecamatan Mapitara.

Bupati Sosimus juga menyerahkan bantuan lain berupa 1 (satu) set alat olahraga yaitu Bola volley dan Net kepada OMK Paroki Renha Rosari Halehebing, 4 Desa di Kecamatan Mapitara dan SLTP PGRI Lero Ha`E. (teamhumassikka)

Jumat, 24 April 2009

DI SIKKA PEREMPUAN JUGA MENDAPAT TEMPAT




Maumere, _Sejarah panjang yang diciptakan Kartini tidak sia –sia, hal ini terbukti dengan jumlah perempuan di Kabupaten Sikka yang telah mendapat tempat dan kepercayaan sebagai pemimpin. Baik sebagai pemimpin dalam sejumlah Instansi Ekesekutif maupun di Lembaga Swasta yang ada di Kabupaten Sikka.
Demikian hal ini dikemukakan Wakil Bupati Sikka Dr. Wera Damianus MM, dalam sambutannya sebelum membuka dengan resmi kegiatan Peragaan Busana Tenun Ikat di Halaman Sekertariat Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejaterhan Keluarga Tingkat Kabupaten Sikka, Jum ad (24/04/2009).
Wera Damianus juga mengajak masyarakat Kabupaten Sikka supaya tetap mempertahankan keberadaan tenun ikat, dengan terus mengenakan busana tenun ikat pada setiap kesempatan dan acara.
Dalam budaya kita, laki laki masih mendapat prioritas perhatian dari masyarakat. namun pada kondisi saat ini prioritas untuk mendapatkan tugas tanggung jawab, tidak saja kepada kaum laki – laki. Tapi kaum perempuan dijaman ini juga terus mendapat peran dan kepercayaan dalam berbagai bidang ada.
Sementara itu, Ketua TP Penggerak PPK Kabupaten Sikka Ny. Firmina Sedo Mitang dalam sambutannya mengharapkan agar kaum wanita Sikka supaya terus berkarya dengan mengerahkan segala daya upaya dalam menyukseskan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sikka.
Kehadiran kaum wanita dimana saja, telah memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam kehidupan berbangsa dan negara, telah turut serta dalam pelaksanaan roda pembangunan.
Perempuan Kabupaten Sikka juga harus dapat berbuat sesuatu yang akan memberikan manfaat pada orang lain, seperti apa yang telah dilakukan Kartini kepada negeri ini. jelas Fimina Sedo Mitang.
Kini kaum perempuan Indonesia mulai lebih aktiv dalam dunia politik, lihat saja jumlah perempuan Indonesia yang ikut serta sebagai calon legislative pada pemilihan umum sembilan april 2009 yang baru lalu.
Makin banyaknya peran perempuan dalam berbagai kegiatan pembangunan ini merupakan kemajuan yang harus kita syukuri, salah satu bentuk syukur kita adalah dengan memperingati hari Kartini. Karena dengan memperingati hari kartini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan mendorong kaum perempuan untuk terus maju dan ikut berjuang dalam menyukseskan pembangunan di Kabupaten Sikka, di NTT bahkan hinga ke tingkat Nasional.
Kegiatan peragaan busana tenun ikat yang dikuti sedikitnya 48 pasangan dari 24 peserta tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan TP PKK Kabupaten Sikka untuk memperingati Hari Kartini 21 April 2009 lalu.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus, Dandim 1603 Sikka, Organisasi Wanita, Perwakas, Para Camat dan Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan se Kabupaten Sikka.

Jalan Soekarno Hatta Macet
Akibat kegiatan peragaan busana tenun ikat yang diselenggarakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejaterahan Keluarga Kabupaten Sikka ini, arus lalu lintas di ruas jalan soekarno hatta maumere, tepatnya sepanjang perempatan lampu merah hingga perempatan rumah jabatan Wakil Bupati Sikka mengalami hambatan dan kemacetan.
Kemacaten terjadi akibat banyaknya warga yang melintas ikut serta menyaksikan kegiatan peragaan busana. Walaupun hanya menyaksikan dari luar pagar antusias warga untuk menyaksikan peragaan busana tersebut cukup tinggi. Walau demikian, tampak sejumlah PNS ikut menertibkan kendaraan yang lewat sehingga tidak menyebabkan kemacetan panjang dan arus lalu lintas tetap berjalan dengan baik.(johnoriwis)

BUPATI SIKKA RESMIKAN YAYASAN ST. LUKAS LELA


Maumere, Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang pada Jumad (24/04/09), bertempat di aula Vincent A. Paulo RS. Lela meresmikan Yayasan St. Lukas Keuskupan Maumere. Acara pengresmian tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sikka. Hadir dalam pengresmian tersebut Uskup Maumere Yang Mulia Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD Uskup Agung Ende Yang Mulia Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr, jajaran Muspida Sikka, Karyawan RS. Lela serta sejumlah undangaan lainnya. Usai penandatangan prasasti dilanjutkan dengan serah terima jabatan atau pengalihan asset.
Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD dalam sambutannya menandaskan bahwa acara pengresmian hari ini merupakan sebuah sejarah baru dalam lembaran Keuskupan Maumere dalam hal pengalihan asset milik Keuskupan Agung Ende seperti Rumah Sakit dan Lembaga Pendidikan SMK dan Akper Lela dan selanjutnya akan dikelola Keuskupan Maumere dengan nama Yayasan St. Lukas. Pengalihan ini menurut Uskup Maumere adalah merupan suatu tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu pendidikan.
Dikatakan mantan Uskup Wetabula ini, pengresmian Yayasan St. Lukas hari ini bukan merupakan suatu hal yang baru, karena Yayasan yang menaungi RS Lela dan lembaga pendidikan SMK Kesehatan dan Akper ini sebelumnya merupakan Yayasan Kesehatan telah ada dan pergantian nama ini hanya untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada gereja terutama Susteran SSPS mengembangkan misi kerasulannya tidak hanya bidang pendidikan dan kesehatan tetapi semua asset.
Hal senada juga diungkapkan oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr dalam sambutannya. Menurut Uskup Sensi dengan lahirnya Keuskupan Maumere yang merupakan pemekaran dari Keuskupan Agung Ende, maka asset yang ada di Keukupan Maumere merupakan milik Keuksupan Maumere dalam hal ini Rumah Sakit Lela dan lembaga pendididikan yang dinaunginya. Dengan otonomi tersebut Uksup Agung Ende berharap kedepan Rumah Sakit Lela akan semakin berkembang dengan baik dalam semangat pelayanan kesehatan untuk semua orang yang membutuhkan.
Acara pengresmian tersebut berlangsung sederhana, namun cukup meriah karena diisi dengan atraksi dan hiburan yang dibawakan oleh siswa-siswa SMK Kesehatan dan Akper Lela.(PolyHumassikka)

SEHAT BERSAMA ASKES


Maumere, Sehat bersama ASKES, Keluarga sehat Penuh Cinta. Demikianlah thema dari kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh PT Askes Cabang Sikka bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka dan Korpri Kabupaten Sikka.


Kegiatan jalan sehat yang dilaksanakan pada Jumad (24/04/09) pagi, di buka secara resmi oleh Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM, dengan rute perjalanan start dari lapangan kota baru jalan ahmad yanni menuju ke patung teka iku, terus ke jalan Yos Sudarso, jalan hasanuddin, jalan don Thomas perempatan Koramil dan berakhir kembali ke lapangan kota baru.

Usai kegiatan jalan sehat dilanjutkan dengan senam massal yang merupakan program kegiatan PT ASKES yang pencanangannya dilaksanakan pada tanggal 15 Pebruari 2009 di seluruh propinsi di Indonesia dan pelaksanaannya secara bergilir dilakukan pada wilayah Kabupaten sesuai dengan arahan Kantor Regional.

Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM dalam arahan singkat sebelum membuka kegiatan jalan sehat mengatakan “pelayanan kesehatan komprehensif meliputi pelayanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Seiring dengan tuntutan visi PT. ASKES di tahun 2009 yakni menjadi “Spesialis dan Pusat Unggulan” Asuransi Kesehatan, maka selain usaha kuratif dan rehabilitatif, kini PT ASKES sudah mencanangkan kesehatan preventif dan promotif yang terwujud dalam program “Sehat Bersama ASKES" di wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya di wilayah Kabupaten Sikka.

Disamping itu mengenai kegiatan senam massal Damianus mengharapkan kegiatan senam massal ini dapat membantu menjaga kebugaran jasmani dari setiap insan askes, sehingga membantu meningkatkan produktivitas pada masing-masing pegawai.

Lebih lanjut damianus menambahkan, selain kegiatan senam masal program preventif dan promotif lainnya adalah kegiatan medical chek up untuk pemeriksaan laboratorium dan radiodiagnostik bagi peserta dengan resiko penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus dan beberapa penyakit lainnya.
Peserta resiko tinggi adalah peserta pada usia 40 – 56 tahun, sehingga kelompok usia tersebut menjadi sasaran program Medical Chek Up.
“Program ini sebagai usaha preventif atau pengenalan dini resiko penyakit dan membantu pembentukan kelompok resiko tinggi penyakit tersebut, program ini diiringi dengan pembinaan kelompok resiko tinggi khusus di wilayah kabupaten Sikka” lanjut Damianus

Diakhir arahannya wakil bupati berharap bantuan dan dukungan dari berbagai pihak atas segala program PT ASKES sehingga kemanfaatan optimal dari setiap pelaksanaan program dapat dirasakan oleh seluruh peserta ASKES di Indonesia umumnya dan Kabupaten Sikka khususnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 1603 Sikka, Danlanal Maumere, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Drs. Sabinus Nabu, Para kepala Badan/Dinas/Bagian/Unit satuan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Karyawan PT ASKES dan Para peserta dari masing-masing Dinas dan Instansi. ( Jonathan )

Kamis, 23 April 2009

FORUM DIALOG DAN ADVOKASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN


Maumere, Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damainus MM, pada Kamis (23/04/09) secara resmi membuka Forum Dialog dan Advokasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam rangka meraih keluarga sejahtera.

Kegiatan Forum Dialog dan Advokasi Program Keluarga Harapan ini difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sikka bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bertempat di Aula Setda jalan Eltari Maumere.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program penanggulangan kemiskinan melalui pemberian bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Tujuannya adalah agar dapat membantu masyarakat sangat miskin dalam jangka pendek, selain itu PKH merupakan investasi sumber daya manusia agar generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Bantuan yang di berikan kepada RTSM yang mengikuti program ini adalah uang tunai sesuai ketentuan yang berlaku, bantuan tersebut menjadi insentif bagi RTSM untuk mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, dengan begitu kesehatan ibu dan anak dapat dijaga dengan baik sehingga keluarga sehat dapat terwujud serta terpenuhinya pendidikan dasar bagi anak

Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM., dalam arahan sebelum membuka kegiatan Forum Dialog dan Advolasi PKH mengatakan rendahnya kemampuan ekonomi sebuah keluarga rumah tangga sangat miskin membawa dampak pada buruknya kualitas nutrisi dan gizi serta menyebabkan banyak anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pelajarannya dibangku sekolah, sebagian diantaranya harus bekerja keras membantu mencari nafka untuk keluarganya dan ada yang terpaksa menjadi anak jalanan.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman, program PKH sangat bermanfaat terutama bagi keluarga dengan kemiskinan kronis. Pelaksanaan PKH di Indonesia khususnya di kabupaten Sikka diharapkan dapat membantu penduduk miskin seperti pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita dan pengurangan kematian ibu melahirkan.
“untuk di kabupaten Sikka ini, angka kematian ibu melahirkan, dalam beberapa tahun terakhir ini sudah semakin berkurang” lanjut Damianus.

Damianus juga berharap kepada instansi, lembaga dan semua unsur atau komponen yang terkait dengan PKH di daerah ini umtuk tetap berpartisipasi dan berperan serta yang sungguh-sungguh agar program ini membawa manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia khususnya di kabupaten Sikka.

Sementara itu Direktur Jendral Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi melalui perwakilan Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika H. Agus salim Husen SE., mengatakan PKH merupakan kegiatan lintas sektoral, pelaksanaannya melibatkan berbagai sektor dan tingkatan pemerintah. Sektor-sektor yang terkait dalam pelaksanaan program yaitu: kementerian coordinator bidang Kesra, BAPPENAS, Departemen Sosial, Departeman Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Depnakertrans serta Departemen Komunikasi dan Informatika.

Selain itu, PKH menampung partisipasi berbagai unsur dalam masyarakat, disini peran para pendamping sangat dibutuhkan sekali dalam mendukung keberhasilan dalam tujuan program. PKH pada hakekatnya adalah sebagai wujud tanggung jawab bersama untuk membantu masyarakat paling miskin keluar dari perangkap kemiskinan, sehingga perlu mendapat dukungan dalam pelaksanaanya. PKH tidak semata-mata hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua komponen bangsa ini termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh budaya dan kelompok masyarakat strategis lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten tata praja Melkior Gedo SH, Kepala Bappeda Sikka Drs. Kornelis Nggala, Kepala Bagian Humas Setda Sikka Markus Welung BA. dan para utusan Badan/ Dinas/ Bagian/ Unit satuan kerja pemerintah Daerah Kabupaten Sikka. (Jonathanhumassikka)

Selasa, 21 April 2009

Semua Anak Bangsa Bertanggung Jawab Atasi Narkoba


Maumere, Dewasa ini, Narkoba sudah menjadi sebuah persoalan yang serius mengancam kehidupan masyarakat khususnya generasi muda.
Sebagai masalah sosial yang semakin meluas maka peredaran dan pemakaian Narkoba menuntut upaya pencegah dari semua anak bangsa.

Harapan tersebut disampai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setda Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera pada Senin, 20 April 2009 di Hotel Permatasari Maumere.
Ansar Rera tampil sebagai Narasumber dalam Pelatihan Kesehatan Seksual Laki-Laki yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat – Yakkestra – Flores-Lembata, menyampaikan topic tentang Narkoba.
Ansar Rera menjelaskan, Narkoba terbuat dari bahan kimia dan tumbuhan yang terdapat pada kelompok Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya.
Pada umunya, kata Ansar Rera, para pengguna akan mengalami berbagai gagnguan fisik, psikologis dan sosial yang berdampak buruk dan negative pada para pengguna.
Gangguan tersebut antara lain terjadinya penurunan tingkat kesadaran, kerusakan jaringan otak, menurunnya daya tahan tubuh serta menimbulkan ketergantungan. “Seorang pengguna akan merasa sangat tergantung pada narkoba dan ingin memakainya lagi kapan pun,” kata Ansar Rera.
Ia menegaskan pula bahwa berbagai dampak buruk yang dialami itu juga akan memprburuk tingkat kreativitas para pengguna. “Mereka menjadi sangat tidak produktif dalam bekerja karena hilangnya daya konsentrasi dan semangat bekerja, selalu menutup diri dan emosional.”

Pelatihan ini berlansung selama tiga hari hingga Rabu, 22 April 2009, diikuti 35 peserta. Para peserta adalah perwakilan berbagai kelompok damping Yakkestra yakni Buruh Bangunan, Anak Buah Kapal, Ojek, Waria, Nelayan dan Wanita Pekerja Seks.
Direktur Yakkestra, Berchmans Tanaboleng mengatakan, para peserta adalah kelompok populasi kunci dalam proses penularan virus HIV.
Karena itu, menurut Tanaboleng, mereka harus diberdayakan dengan berbagai informasi dan ketrampilan guna membantu rekan seprofesinya dalam mencegah penyebaran virus ini sedini mungkin. (EL)