Rabu, 17 Juni 2009

CPNSD 2008 TERIMA SK


Maumere_ Sebanyak 423 lulusan seleksi CPNSD Tahun Anggaran 2008, Rabu (10/06/2009) kemarin menerima surat keputusan (SK) untuk menjadi CPNSD, di Aula Hotel Beng Goan III Maumere.
SK CPNSD diserahkan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang kepada empat orang perwakilan CPNSD. Yakni Herman Yosef (pengemudi), Florianus Albertus (penyuluh kesehatan), Sisilia F. Dua Nurak (Pranata Humas) dan Avenita W. Dua Nia.
Pengangkatan para lulusan seleksi CPNSD sebagai calon Pegawai Negeri Sipil Daerah ini berdasarkan pada Surat Keputusan Bupati Sikka Nomor BKD.813.3.2/39/2009-D tentang pengangkatan menjadi CPNSD Kabupaten Sikka Tahun Anggran 2008.
Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam arahannya usai menyerhakan sacara simbolis SK CPNSD. Menjelaskan bahwa PNS merupakan pelayan bagi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk itu, sangat diharapkan agar para CPNS dan PNS yang ada di Kabupaten Sikka supaya bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Sebagai pegawai negeri, kita hendaknya harus mampu menjadi pelayan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Jelas Sosimus.
Kepada 423 CPNSD yang hadir Sosimus Mitang juga mengingatkan bahwa menurut aturan yang ada, pengajuan perpindahan antar daerah oleh para pegawai negeri hanya bisa terjadi jika seorang PNS telah menjalani masa kerja selama lima tahun setelah menjadi PNS.
423 lulusan seleksi CPNSD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2008, terdiri dari 350 orang pelamar umum dan 73 orang tenaga honor.
Hadir pada kesempatan tersebut Sekertaris Daerah Kabupaten Sikka Drs. Sabinus Nabu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sikka Drs. Joseph Anton Nong Baba, Para Kepala Dinas Kantor Badan Bagian, Camat dan Sekertaris camat serta undangan lainnya.
Salah seorang CPNSD Sikka yang lulus dari pelamar umum, Yohana Bispanti da Rato ketika ditemui mengaku senang dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Sikka. Yohana sendiri mengaku akan bekerja secara baik demi Sikka kedepan.
Dikatakan Yohana, sejak Kamis (05/06/2009) pekan lalu, dirinya bersama rekan – rekan lulusan CPNSD yang lain, telah melakukan orientasi. Dan setelah menerima SK mereka baru akan melaksanakan tugas sesuai penempatan yang ada dalam SK.
Sementara seorang tenaga Honor yang lulus, Frengki Lering yang selama ini bertugas sebagai operator pada RSPD Sikka, mengaku gembira dan siap untuk melaksanakan tugas dengan baik. (johnoriwis)

Selasa, 16 Juni 2009

RAYAKAN KELULUSAN, SISWA TERJARING POLISI


Maumere_ Saat merayakan kelulusan dengan berkonvoi menggunakaan kendaraan roda dua usai menerima amplop, pada Senin (15/06/2009) lalu, lebih dari 20 orang siswa SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Sikka terjaring razia yang digelar Aparat Kepolisian Resort Sikka, karena dianggap mengganggu dan tidak mengenakan helm serta mengendari kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat dan asesoris kendaran, di Mabes Polres Sikka, Jl. Ahmad Yani.

Seperti yang disaksikan media ini, puluhan siswa yang terjaring karena ugal – ugalan diberi pembinaan dan peringatan selanjutnya dipulangkan setelah melengkapi surat – surat dan kelengkapan kendaraan.

Padahal para kepala sekolah SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Sikka telah memperingati para siswa kelas tiga supaya tidak melakukan tindakan yang melanggar ketertiban berlalu lintas dengan melakukan konvoi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Selain itu, para siswa juga telah dihimbau untuk tidak menggelar aksi coret moret seragam, pagar, tembok dan diharapkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis pengerusakan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya. Walau demikian proses penyerahan amplop berlangsung dengan aman dan tertib.

Sebanyak 2.449 siswa-siswi peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) se­ kabupaten Sikka Senin (15/06/2009) kemarin, telah mendengarkan dan menerima amplop hasil kelulusannya di sekolah masing-masing.

Ke 2.449 siswa-siswi ini terbagi dalam 2 kelompok sekolah yaitu Sekolah Menengah Kejuruan berjumlah 880 peserta tersebar di 11 SMK, dan untuk Sekolah Menengah Atas berjumlah 1.569 peserta di 15 SMA.

Dikatakan Kepala Bidang Sekolah Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka, Ny. Maria Ance Eting,S.Pd.M.Pd, prosentase kelulusan se Kabupaten Sikka untuk tingkat SMA mengalami penurunan dari dua tahun ajaran sebelumnya. Yakni di tahun ajaran 2007 prosentase kelulusan SMA tingkat kabupaten mencapai 62.31 persen, dari 1616 peserta UN dan yang lulus hanya 1007 orang siswa.

Ditahun ajaran 2008, prosesntase kelulusan SMA menurun ke 58.42 persen dari 1402 peserta dan yang lulus 819 orang. Sedangkan ditahun 2009 prosentase kelulusan SMA merosot menjadi 44.87 persen dari 1569 peserta UN dan yang lulus 704 orang.

Sedangkan ditingkat SMK se Kabupaten Sikka selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, tahun 2007 prosentase kelulusan SMK mencapai 75.02 persen, ditahun 2008 naik menjadi 81.31 dan ditahun 2009 meningkat menjadi 84.66 persen.

Wakil kepala Sekolah SMA Negeri 1 Maumere Bidang Kurikulum Keda Martinus SPd, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan untuk tahun 2009 ini presentase kelulusan SMA Negeri 1 93,30 % menurun 1 % dari hasil kelulusan tahun 2008 lalu. Namun untuk tahun ini SMA Negeri 1 mendapat predikat kelulusan paling tinggi dari sekolah-sekolah menengah atas yang ada di kabupaten Sikka..

“Proses belajar mengajar yang baik serta adanya teknik pendekatan yang baik pula kepada siswa dapat menghasilkan mutu pendidikkan yang baik pula, untuk itu para guru harus lebih berperan katif dalam proses pendampingan bersama para siswa ” jelas Martinus

Disamping itu kepala Sekolah SMK Santu Gabriel juga menghimbau kepada suluruh siswa-siswi untuk menerima hasil ujian dengan lapang dada dan tidak melakukan aksi corat-coret seragam karena seragam tersebut akan digunakan lagi dalam porses penerimaan ijasah. (johnoriwis)

Prosentase Kelulusan SMA dan SMK Tahun Ajaran 2008/2009 se Kabupaten Sikka
SMAN 1 Maumere 93,30 %
SMAN II Maumere 36,00 %
SMAN Nita 43,55 %
SMAN Bola 88,98 %
SMAN Talibura 21,43 %
SMAK Santu. Gabriel 27,52 %
SMAK Yohanes Paulus II 18,75 %
SMA Santu Petrus 19,48 %
SMA Santa Maria 12,70 %
SMA PGRI 10,61 %
SMA Alvares 34,43 %
SMA Bhaktyarsa 52,17 %
MA At-Taqwa 58,82 %
SMA Muhamadyah 40.00 %
SMAK Frateran 75, 63 %
SMKN 1 Maumere 35,85 %
SMKN Talibura 92,31 %
SMK Santu Gabriel 98,99 %
SMK Yohanes XXIII 95,19 %
SMK Tawa Tana 100,00%
SMK Santu Thomas 97,06 %
SMK Budi Luhur 1 91,89 %
SMK Santu Elisabeth Lela 98,68 %
SMK Bina Maritim 98,31 %
SMK Yapenrais 14,29 %

Senin, 01 Juni 2009

Mutu Kakao & Teknologi Perawatan


Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang meminta para petani Kakao untuk tidak lagi berharap terjadinya peningkatan produksi tanaman kakao yang sudah berusia tua Tanaman Kakao dengan usia setua itu tidak mungkin lagi produktif dan menghasilkan buah atau biji kakao yang bermutu.

Sejalan dengan tujuan pelatihan peningkatan produksi dan mutu Kakao yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Sikka yang berlangsung hingga tanggal 3 Juni di wisma Nazaret Nelle, Bupati Sosimus mengatakan, Kakao yang telah berusia tua mau tidak mau harus diganti dengan menanam yang baru. Bupati sosimus mengatakan, jika tetap mempertahankan tanaman kakao yang sudah berusia cukup tua maka harus dirawat dengan menerapkan teknologi atau cara perawatan yang baru seperti sambung samping didengan bantuan teknologi sambung samping.

Para petani kakao juga diminta untuk secara rutin melakukan perawatan dan pemupukan secara benar sehingga tanaman kakao yang masih produktif bisa menghasilkan lebih banyak dengan mutu yang lebih baik.

Bupati Sosimus Mitang juga secara terbuka mengeritik perilaku petani kakao yang pada umumnya kurang peduli dalam merawat tanaman kakao yang ada di kebun para petani. Padahal menurut Sosimus, tanaman kakao itu sudah bertahun-tahun menghidupi keluarga petani tersebut. Sosimus juga mengeritik para petani yang hanya memetik hasil kakao yang ditanam oleh orang tua mereka dan belum mengusahakan tanaman kakao pengganti.

Atas perilaku yang kurang menguntungkan itu, Bupati Sosimus meminta agar para petani yang terpilih sebagai peserta pelatihan tersebut dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh. “Anda adalah orang-orang pilihan yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani kakao di wilayah anda masing-masing. Jadilah petani kakao yang baik dengan menerapkan berbagai pengetahuan baru yang diberikan selama tiga hari pelatihan ini,” tegas sosimus kepada para peserta. (El-Nathan)

Rabu, 27 Mei 2009

MENGENAL REPRODUKSI REMAJA


Maumere_ Kurangnya pengetahuan dan pemahaman atas fungsi alat reproduksi pada Remaja saat ini menjadi pemicu tingginya tingkat kehamilan dan penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) di kalangan Remaja. Demikian yang dapat disimpulkan dari kegiatan Pelatihan Reproduksi Remaja Bagi Remaja Sekolah dan Remaja Luar Sekolah Tingkat Kabupaten Sikka, yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka dari tanggal 27 sampai 30 Mei 2009, bertempat di aula Hotel Winirai Maumere.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM sekaligus sebagai narasumber, di ikuti oleh 80 orang peserta diantaranya dari utusan sekolah dan organisasi pemuda keagaman, seperti OMK, Pemuda GMIT dan Remaja Mesjid.
Kegiatan ini seperti yang kutip dari laporan panitia, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Remaja tentang hak-hak reproduksi, peningkatan pengetahuan dalam mengelola Pusat Informasi Konseling yang ramah Remaja, peningkatan pengetahuan tantang pendewasaan usia perkawinan, seksualitas, HIV Aids, NAPSA dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman tentang pendidikan kecakapan hidup dan gender.
Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM dalam presentasinya sebagai nara sumber memaparkan beberapa data diantaranya data mengenai tingkat kehamilan Remaja yang mencapai 11% dari keseluruhan kehamilan yang terjadi, ditambahkan juga untuk kasus aborsi mencapai 700 hingga 800 ribu per tahun di Indonesia. Dari data tersebut, dr Dami meminta perlunya pengenalan alat reproduksi sejak anak usia dini oleh orang tua, guru BK dan Masyarakat. dr. Wera Damianus juga menekankan bahwa tindakan aborsi yang dilakukan bukan atas kebutuhan medis maka aborsi tersebut masuk dalam rana kriminal dan akan diproses secara hukum.
Menjawab pertanyaan peserta tentang bagaimana pengaruh televisi khususnya tayangan sinetron pada anak SD, dr Dami mengatakan bahwa setiap tayangan televisi selalu di sertai dengan panduan orang tua/ Parents Guide maka orang tua diwajibkan untuk menemani dan menjelaskan kepada anak maksud dan arti dari setiap tayang televisi.
Menyinggung masalah meningkatnya kasus Penyakit Menular Seksual(PMS) dan Infeksi Manular Seksual(IMS), dr Dami menekankan bahwa keduanya hanya dapat dicegah dengan sikap setia pada pasangan hidup.
Selain Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM sebagai nara sumber, kegiatan ini juga menghadirkan pembicara dari Kapolres Sikka, dr. Clara Yuvennalis dari RSUD TC. Hillers serta beberapa nara sumber dari Kaban dan Kasubdin pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka.(tdc)

HARUS PRO AKTIV DAN JANGAN MINDER


Maumere_ Kaum perempuan yang ada di NTT dan di Kabupaten Sikka khususnya, supaya lebih pro aktiv dan terlibat dalam berbagai kegiatan keorganisasian perempuan. Kaum perempuan juga diharapkan untuk tidak merasa minder dan enggan untuk tampil dan terlibat dalam organisasi perempuan.
Demikian hal ini dikemukakan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang ketika membuka kegiatan Fasilitasi Pembentukan Forum Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) di Aula Hotel Sugonian Jl. Dua Toru Maumere, Senin (27/05/2009).
Diakui Sosimus Mitang, bahwa kaum perempuan telah sejak lama memiliki keberanian dan mau terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi perempuan yang ada. Namun masih terhambat oleh budaya dan adat istiadat yang ada di NTT, yang mana selalu menempatkan kaum perempuan berada pada posisi yang terpojok.
“ hanya dengan kemauan, pro aktiv dan tidak minder kaum perempuan yang ada di NTT diyakini akan mengalami peningkatan kualitas hidup melalui wadah organisasi perempuan maupun organisasi kemanusiaan lainnya ” kata Sosimus.
Ada tiga hal penting yang disampaikan Sosimus dalam upaya peningkatan kualitas dan sumber daya perempuan. Yakni Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap perilaku. Dijelaskan bahwa pengetahuan kaum perempuan supaya terus ditingkatkan. Dan untuk meningkatkan pengetahuan, selain melalui pendidikan formal juga melalui kegiatan pelatihan dan organisasi. Untuk itulah diharapkan agar kaum perempuan maju dan tidak minder dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan ekonomi rumah tangga.
Kaum perempuan di NTT secara turun temurun telah diwarisi dengan bakat dan kemampuan ketrampilan yang luar biasa, namun hal ini tidak dikembangkan kaum perempuan dalam kehidupan sosial dan budayanya. Ketrampilan juga merupakan bagian yang memiliki peranan penting untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup rumah tangga. Dengan memilik ketrampilan menenun, menganyam dan mengolah pangan local, tentunya akan dapat menambah pendapatan dalam ekonomi rumah tangga.
Kaum perempuan juga harus memiliki sikap dan perilaku yang baik, sehingga dalam pergaulannya kaum perempuan dapat menjadi contoh yang baik bagi orang disekitarnya. Misalnya tidak terlibat dalam perjudian, atau terlibat dalam berbagai aktivitas yang dapat mencoreng nama baik diri dan keluarga.
“ tiga hal penting yakni pengetahuan, ketrampilan dan sikap perilaku harus memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian saya sangat optimis bahwa apa yang diharapkan kaum perempuan untuk menjadi lebih baik dapat tercapai “ Sosimus Mitang.
Diakui Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, bahwa masih banyak kaum perempuan di Sikka yang memiliki keberanian dan sangat mengharapkan perubahan, namun masih belum memiliki kemauan dan kurang pro aktiv untuk terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi perempuan. Bahkan ada di antara kaum perempuan di Sikka yang masih memiliki perilaku yang suka berjudi. Ini tentunya menjadi tantangan dan masalah bagi pemerintah dan institusi lainnya yang bergerak di bidang kemanusiaan dan perempuan untuk memberikan kesadaran dan menuntaskan masalah tersebut.
Kegiatan Fasilitasi Pembentukan Forum Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, diselenggarakan Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka,
Sementara itu Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi Nusa Tenggara Timur, dr. Yovita Anike Mitak, MPH. dalam laporan yang dibacakan Kepala Bagian Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan pada Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi Nusa Tenggara Timur, Dra. Theresia Funan, menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan keterpaduan program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP), dalam aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial, budaya dan lingkungan.
Secara khusus ini juga bertujuan memfasilitasi daerah dalam melaksanakan program PKHP, meningkatkan komitmen daerah dalam mengintegrasikan program PKHP, didalam perencanaan dan penganggaran pembangunan dan mempertahankan kesinambungan program PKHP di daerah.
Diharapakan kedepan, terbentuknya forum peningkatan kualitas hidup perempuan (PKHP) di Kabupaten Sikka sebagai forum koordinasi lintas sector. LSM, Oeganisasi sosial / kemasyarakatan dan organisasi keagamaan. Dan tersusunnya program kerja peningkatan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Sikka.
Turut hadir para nara sumber, antara lain Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Provinsi NTT, Kepala Bappeda Sikka, Kepala Dinas Koperasi Propinsi NTT, dan dari Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT. (johnoriwis)

Senin, 25 Mei 2009

PENGUKUHAN PREDIKAT GURU BESARKEPADA DR. KONDRAD KEBUNG


Maumere, Ketua STFK Ledalero Dr. Kondrad Kebung telah dikukuhkan oleh Menteri Pendidikan Nasional sebagai Guru Besar bergelar Profesor Doktor berdasarkan Surat Keputusan Mendiknas Nomor 12811 Tahun 2009. Dengan demikian, Dr. Kondrad Kebung merupakan Guru Besar Pertama STFK Ledalero.

Berita pengukuhan tersebut disampaikan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VIII Profesor Doktor Burhanudin dalam sambutannya pada Resepsi Pancawindu STFK Ledalero, Sabtu 23 Mei lalu.
Undangan dan hadirin sekalian langsung memberikan aplaus begitu nama Dr. Kondrad Kebung disebut sebagai Guru Besar oleh Prof. Dr. Burhanudin.

Bapak Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Pr dalam sambutannya mewakili para Uskup yang adalah Anggota Wali Gereja se Nusa Tenggara dan Bali juga menyampaikan proficiat kepada Dr. Kondrad Kebung atas pengukuhannya sebagai guru besar.
Uskup Vincent Sensi berharap, barisan dosen yang bergelar doctor dan saat memperkuat kinerja STFK akan mendapat pengakuan serupa sehingga semakin memudahkan proses dan menambah angka akreditasi bagi Sekolah Tinggi Filsafat terbesar di NTT dan Indonesia Timur ini.

Profesor Dr. Kondrad Kebung adalah imam Serikat Sabda Allah yang mendapat gelar doctor dari Universitas Sint Agustin, Jerman.
Pada tanggal 2 Juli 2009 mendatang, Kondrad akan merayakan Pesta perak Imamat di paroki kelahirannya Lewolaga, Flores Timur.
(EL).

ALUMNNI CEMASKANBERKURANGNYA JUMLAH MAHASISWA CALON IMAM

Maumere, Sejumlah Alumni STFK Ledalero menyatakan cemas terhadap semakin berkurangnya jumlah mahasiswa calon imam yang belajar di sekolah tinggi tersebut. Kecemasan itu muncul dalam acara Temu Alumni yang berlangsung Jumat, 22 Mei 2009 di Kampus STFK Ledalero menyusul presentasi tentang Profil STFK yang disampaikan oleh Dr. Hendrik Dori Wuwur.

Drs. Willem Openg, Alumni STFK yang juga adalah Anggota DPD RI untuk NTT periode 2004-2009 mengatakan bahwa berkurangnya jumlah mahasiswa calon imam ini harus menjadi keprihatinan semua alumni baik imam maupun awam.
Menurutnya, kecenderungan menurunnya jumlah mahasiswa calon imam itu harus segera disikapi secara mendasar dan strategis baik oleh pimpinan sekolah tinggi, para dosen maupun para alumni sekalian.

Willem mengatakan, bukannya tidak mungkin, suatu saat sekolah tinggi ini tidak dapat lagi memenuhi tujuan awal pendiriannya yakni untuk mendidik mahasiswa calon imam atau biarawan dan biarawati.
Kecemasan yang sama juga diungkapkan oleh Drs. Kristo Blasin, Alumni STFK yang kini mejabat Wakil Ketua DPRD Propinsi NTT. Kristo Blasin mengatakan, jika jumlah mahasiswa calon imam menurun tajam dari tahun ke tahun maka bisa jadi sekolah tinggi ini akan berubah menjadi Institut dengan kewajiban menambah sejumlah program studi. Kondisi itu, kata Kristo Blasin, akan berdampak pada semakin dominannya mahasiswa awam.

Dr. Hendrik Dori Wuwur ketika menyampaikan profil STFK, mengatakan bahwa dari 722 mahasiswa Program Srata 1 dan 106 mahasiswa Program Pasca Sarjana, hampir separuhnya adalah mahasiswa-mahasiswi awam.

Temu Alumni dilaksanakan dalam rangka peringatan Pancawindu Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero pada tanggal 23 Mei 2009. (EL)

Jumat, 22 Mei 2009

PEMDA BANTU 100 JUTA UNTUK SANPUKAT


Maumere _Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, Selasa (19/05/2009) menyerahkan dana bantuan sebesar 100 juta Rupiah kepada Yayasan Pendidikan Umat Katholik (SANPUKAT) yang diterima langsung oleh ketua yayasan Romo Kanisius Mbani Pr., disaksikan oleh Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM beserta seluruh staf Sanpukat.
Sanpukat adalah sebuah yayasan katholik yang membawahi 179 sekolah dengan 1487 siswa dan 1750 guru baik swanta maupun guru negeri. Yayasan ini mempunyai 3 tugas utama yakni tugas perwalian yaitu menjadi sebuah payung hukum terhadap semua sekolah katholik milik umat yang ada dibawah hierarki geraja resmi, mewakili sekolah dalam urusan-urusan kepemerintahan dan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Tugas pembinaan adalah melakukan pembinaan rohani terhadap mental dan perilaku para guru, siswa dan siswi serta sekolah-sekolah asuhannya lewat rekoleksi, misa sekolah dan pertemuan-pertemuan khusus. Tugas pelayanan yaitu melayani segala kebutuhan sekolah-sekolah asuhannya dalam bidang administrasi, manajeman, sarana prasarana dan keuangan.
Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam arahan sebelum meyerahkan bantuan menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk selalu disiplin dalam mengelola manajeman keuangan, kepegawaian dan peralatan.
Dikatakannya bantuan yang diberikan ini difokuskan pada tiga aspek yaitu aspek pembinaan, monitoring dan evaluasi, untuk itu diharapkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan olah raga disetiap akhir tahun untuk selalu melakukan evaluasi dengan pihak yayasan sehingga dapat diketahui secara pasti kemajuan dari masing-masing sekolah.serta harus dibuat pula Peta penyebaran tenaga pengajar atau guru sehingga mudah untuk dimonitoring.
Kepada para pastor Paroki Bupati Sosimus berharap untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan para guru yang bertugas diparoki tersebut sehingga kualitas pendidikan dapat lebih ditingkatkan lagi.
Disamping itu ketua yayasan Sanpukat Romo Kanisius mbani Pr, usai menerima bantuan mengatakan, bantuan yang diterima ini akan dipergunakan sesuai dengan peruntukannya demi peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Sikka menuju Sikka bermartabat 2013.
Pada kesmpatan itu, Bupati Sikka juga meyerahkan sisa bantuan Pembangunan Gereja Thomas Morus berupa dana sebesar 50 juta rupiah yang terima langsung oleh Pastor Paroki Thomas Morus Romo Yakobus Soba Pr. Hadir pada Kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Bidang Sumber daya Manusia, Kepala Dinas pendidikan pemuda dan olahraga, Kepala Bagian Kesejahteraan sosial, Kepala Bagian Humas dan Para Romo Pengurus yayasan Pendidikan Umat katholik. (el/nathan)