Rabu, 24 Maret 2010

Berita, Senjata Pembunuh Mematikan

“Berbuatlah yang benar, supaya membaca berita yang benar. Karena wartawan juga manusia ” Berita adalah sajian data yang ditulis wartawan (pencari berita alias kuli tinta ) berdasarkan fakta baik dari peristiwa (kejadian) yang dialami, disaksikan sendiri atau dari pendapat orang lain yang memiliki nilai penting, menarik, mendidik, menghibur dan bersifat informatif bagi pembaca yang dipublikasikan melalui media dari sebuah perusahaan pers. Atau, berita adalah informasi terbaru mengenai sesuatu yang sedang atau sudah terjadi yang memiliki nilai penting, menarik, mendidik atu menghibur yang disajikan melalui cetak, elektronik (radio dan televisi), internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Sebuah peristiwa atau pendapat yang akan dijadikan sebuah berita tentunya harus memiliki etika dan tidak lepas dari sebuah proses sebelum dipublikasikan kepada massa.

NOCE FERNANDEZ DILANTIK GANTIKAN MARSEL ISAK

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga usai dilantik menjadi Ketua DPRD Sikka Defenitif tadi pagi di Aula Kulababong DPRD Sikka, langsung memimpin upacara pelantikan Yunus Noce Fernandez dari Partai Demokrat sebagai anggota DPRD Sikka periode 2009-2014.

Sabtu, 27 Februari 2010

GEMPA 7.5 SCHALARICHTERS GUNCANG SIKKA

Maumere_ Gempa Tektonik berkekuatan 7.5 schalarichter, Sabtu (21/11/2009) sekitar pukul 09.15 WITA mengguncang Desa Nangahale, Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Akibat gempa yang juga menimbulkan gelombang Tsunami ini mengakibatkan 12 warga Desa Nangahale, mengalami patah tulang dan luka berat. Korban patah tulang dan luka berat ini pada umumnya dialami para pelajar sekolah dasar yang ada di Nangahale ini, akibat tertimpah runtuhan bangunan dan terinjak saat berupaya menyelamatkan diri. Menurut Staf Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, Daryono,M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pusat gempa berada di Laut Flores sebelah Utara Kepulauan Teluk Maumere Flores NTT, dikedalaman 20 kilometer. Gempa dan Tsunami ini terjadi akibat pergeseran salah satu lempeng bumi yang ada di Pulau Flores.

Selasa, 24 November 2009

TIGA PIMPINAN DEWAN SIKKA LANTIK

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Maumere PM Silalahi, di Aula Lepo Kulababong DPRD Sikka Senin (23/11/2009) pagi mengambil sumpah dan melantik tiga pimpinan DPRD Sikka, yakni Rafael Raga, S.Pi dari Partai Golongan Karya, sebagai Ketua, Drs. Alexander Longginus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Drs. Felix Wodon dari Partai Demokrad, masing – masing sebagai Wakil Ketua DPRD Sikka.
Usai pelantikan Ketua DPRD Sikka Rafael Raga dalam sambutannyaDPRD Sikka akan meneladani dan mencontohi kepemimpinan Yesus Sang Raja.

BRIMOB HARUS MENINGKATKAN PROFESIONALITAS DAN DISIPLIN

Maumere_ Anggota Brimob harus selalu terus berupaya untuk meningkatkan profesionalitas dan disiplin pribadi dalam sertiap pelaksanaan tugas dengan tetap mengedepankan etis dan humanis namun tegas.
Demikian amanat tertulis Kepala Kepolisian Negara RI, Drs. H. Bambang Hendarso Danuri,M.M. yang dibacakan Kepala Polres Sikka Ajun Komisaris Besar Drs. Agus Suryatno saat tampil sebagai Inspektur Upacara pada Apel HUT Brimob ke 64 di Lapangan Utama Mabes Brimob Sikka di Kewapante, Sabtu (14/11/2009).
Selain itu, Danuri juga mengajak seluruh Jajaran Kepolisian dan khususnya seluruh Anggota Korps Brimob Polri untuk selalu menghindari tindakan kekerasan dalam setiap pelaksanaan tugas serta senantiasa menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Rabu, 11 November 2009

KAMPUNG HIJAU GELAR PENGHIJUAN

Memeriahkan hari pahlawan ke 64 tanggal 10 November 2009, komunitas kampung hijau dari desa watuliwung kecamatan kangae kabupaten sikka menggelar penghijuan dan lomba mewarnai antar pelajar sekolah dasar.

Kegiatan penghijuan dan lomba menggambar ini dilakukan di areal monument Monumen Pahlawan Teka di Jalan ahmad yani maumere, rabu pagi tadi.

RICUH DEMO MAHASISWA UMK MAUMERE




Aksi demonstrasi Mahasiswa Universitas Muhamadya Kampus III Maumere di Halaman Kantor Daerah Bupati Sikka Jl. Ahmad Yani Maumere, Rabu (11/11/2009) pagi  ricuh lantaran dalam aksinya mereka, seorang orator mengucapkan kata anjing kepada aparat Satuan Polisi Pamong Praja yang sedang berjaga – jaga.
            Akibatnya sejumlah anggota satuan polisi pamong praja yang sedang bertugas mengusir paksa para demonstran yang jumlahnya kurang lebih 50 orang ini.
  Aksi usir paksa ini mendapat perlawanan dari mahasiswa Universitas Muhamadya Kampus III Maumere sehingga pihak Kepolisian dan TNI berpakaian preman ikut mengamankan kericuan ini. Namun para mahasiswa yang menggelar demonstrasi diminta supaya segera meninggalkan halaman kantor daerah guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Selasa, 10 November 2009

DEWAN PERSOALKAN LONGGINUS, PENGADILAN PUTUSKAN BEBAS

Maumere_ DPRD Sikka, Senin (09/11/2009) saat menggelar Rapat Paripurna I Masa Sidang I Tahun 2009 dengan Agenda Tunggal untuk Menetapkan Keputusan DPRD Tentang Pimpinan DPRD Kabupaten Sikka Masa Bhakty 2009 – 2014.

Dalam Rancangan Keputusan DPRD Kabupaten Sikka tentang Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sikka Masa Jabatan 2009 – 2014, disebutkan sebagai ketua Rafael Raga,S.P. (Partai Golongan Karya memperoleh 5 kursi), Wakil Ketua Drs Alexander Longginus (Partai PDI Perjuangan memperoleh 4 kursi) dan Drs Felix Wodon (Partai Demokrat dengan perolehan 3 kursi).

KRISIS PANGAN MASALAH KITA SEMUA



Maumere_ Krisis pangan merupakan sebuah masalah yang menjadi tanggung semua pihak. Untuk itu kita semua diharapkan untuk bergandengan tangan guna mengatasi masalah pangan di Kabupaten Sikka.
Demikian ajakan ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang dalam sambutannya ketika menghadiri acara Rapat Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sikka di Aula Cemara Hotel Sylvia, Jl. Kolombeke Maumere. Senin (09/11/2009
Bupati Sikka juga mengajak para petani dan masyarakat Kabupaten Sikka supaya memanfaatkan sumber daya alam yang ada secara maksimal. Untuk itu masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan lahan pertanian menjelang musim tanam.
“ saya juga mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai dana bantuan untuk mengatasi masalah rawan pangan sesuai dengan peruntukannya “ harap Mitang.
Mitang menginstruksikan para camat, lurah dan kepala desa supaya terus melakukan sosialisasi terkait berbagai program yang menyentuh masyarakat. selain itu, para camat, lurah dan kepala desa supaya terus menggalakan upaya memberantas perjudian, pesta dan malas yang ada di tengah masyarakat.
Kedepan pemerintah juga berencana akan mengubah pola pembagian beras miskin (raskin) dengan pola pembagian padat karya pangan yang diistilakan Mitang sebagai beras kerja. Sehingga hanya masyarakat yang bekerja padat karya, mengolah lahan pertanian dan persawahan yang mendapatkan beras.
Sementara Sekertaris Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, Ir. Vitalis Kanisius dalam laporan kondisi ketahanan pangan Wilayah Kabupaten Sikka hingga akhir Oktobre 2009, berdasarkan Angka Ramalan III Tahun 2009 situasi pangan pokok dari bahan pangan sumber kabohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar dan sorgum) di Kabupaten Sikka hingga akhir Oktober 2009 menunjukan jumlah produksi tersedia setara beras dari produksi dalam daerah sebesar 45.054 ton setara beras.
Sementara kebutuhan untuk dikonsunsi bahan pangan sumber karbohidrat penduduk sebanyak 301.235 jiwa sebesar 47.196 ton per kapita/ tahun. Sehingga pangan sumber karbohidarat dari produksi dalam daerah mengalami kekurangan sebesar 2.142 ton setara beras.
Dikatakan Kanisius, yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sikka bahwa dari hasil analisis tingkat kerawanan pangan berdasarkan indicator Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dari produksi setara beras (PSB) gabungan (pertanian, sosial ekonomi dan kesehatan) menunjukan wilayah yang mempunyai tingkat resiko rawan pangan dan gizi kategori tinggi adalah kecamatan Paga dan Mego. Hal ini karena presentase prevalensi gizi kurang dan presentase kepala keluarga miskin tergolong tinggi.
Sedangkan wilayah yang mempunyai tingkat resiko rawan pangan dan gizi kategori sedang adalah Kecamatan Lela, Nita, Maumere, Kewapante, Bola, Waigete, Talibura, Alok, PaluE dan Magepanda. Sehingga secara umum hasil analisis menunjukan bahwa Kabupaten Sikka mempunyai resiko rawan pangan dan gizi tergolong ketegori sedang.
“ Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) masih menggunakan data Survey Pertanian (SP) 12 kecamatan sehingga belum menggambarkan kondisi riil di 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka “ demikian dijelaskan Kanisius.
Dari kondisi yang ada disimpulkan, ketersediaan pangan dari produksi dalam daerah keadaan sampai dengan bulan Oktober 2009 kurang sebesar 2.142 ton untuk pemenuhan kebutuhan konsusmsi masyarakat.
Berdasarkan analisis kerawanan pangan yang menggunakan indicator sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPD) menunjukan bahwa tingkat resiko kerawanan pangan di Kabupaten Sikka sampai saat ini tergolong kategori sedang.
Untuk mengatasi masalah rawan pangan Pemerintah melalui Program Pengembangan Usaha Agribisinis Pedesaan (PUAP) yang ditangani Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan di tahun 2009 mendapat alokasi PUAP dengan jumlah kelompok sasaran sebanyak 20 Gapoktan.
Usaha agribisnis PUAP meliputi, usaha peternakan, usaha off farm, usaha tanaman pangan, usaha perkebunan, dan usaha hortikultura.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus, Para Staf Ahli, Para Asisten Kepala SKPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Gapoktan dan undangan lainnya. (johnoriwis/humassikka)

Sabtu, 07 November 2009

LAPORAN KEUANGAN TERSENDAT KARENA PERILAKU APARAT SKPD


Maumere_ Tersendatnya laporan keuangan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Sikka, lebih disebabkan karena perilaku aparat pengelolah keuangan yang tidak taat pada asas dan  aturan laporan penggunaan keuangan.    
Demikian hal ini dikemukakan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) / Sosialisasi Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sesuai Standar Akuntasi Pemerintah (SAP) di Aula Hotel Beng Goan III Jl. Karl S. Tubun Maumere, Senin (02/11/2009).
            Menurut Mitang, banyaknya laporan keuangan yang tersendat karena masih ada aparat pemerintah di SKPD yang tidak tertib administrasi. Hal ini sebagai dampak dari perilaku aparat pemerintah yang tidak taat pada asas dan aturan laporan keuangan yang berlaku. Untuk itu, perilaku aparat pengelolah keuangan harus segera dibenahi, sehingga penyampaian pelaporan penggunaan keuangan dapat sesuai dengan asas dan aturan laporan keuangan yang berlaku.
            “ sehingga ini juga berdampak pada menurunnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap pemerintah di daerah “ jelas Mitang.
            Untuk itu itu aparat pemerintah yeng berkompeten dalam mengelolah keuangan, perlu merubah sikap perilaku dan pola pikir yang suka menafsir asas aturan penggunaan keuangan serta suka mengambil kebijakan sendiri dalam mengelolah keuangan.
            Selain menurunnya kepercayaan dari pemerintah pusat ke daerah, juga menimbulkan ketidak harmonisan antara kepala SKPD dengan bendahara. Selain itu akan terjadi kesimpang siuran pengelolah keuangan dan pembuatan laporan.
             Sehingga Mitang berharap agar para peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) / Sosialisasi Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sesuai Standar Akuntasi Pemerintah (SAP), dapat mengikuti kegiatan ini dengan cermat, baik dan berkesinambungan sesuai agenda dan tahapan – tahapan pelatihan.
            Sementara Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Prov. NTT Ir. M. Yusuf Guntur dalam arahannya secara singkat menjelaskan bahwa salah satu tugas BPK adalah melakukan pemeriksaan keuangan secara bebas dan mandiri.
             Sehingga diharapkan kiranya kegiatan ini dapat menjadi media untuk bertukar pikir dan shering pengalaman dalam kaitannya dengan pengelolah keuangan dan laporan penggunaan keuangan.
            “ Pelatihan ini bertujuan untuk membuka kembalai wawasan dari para pengelolah keuangan sehingga penggunaan keuangan dan pembuatan laporan keuangannya sesuai asas dan aturan pembuatan laporan keuangan yang berlaku” jelas Guntur.
            Dikatakannya, selain untuk memperluas wawasan penggunaan keuangan dan pelaporannya, bimtek ini juga bermaksud untuk mengurangi resiko kesalahan yang lebih fatal, baik dalam penggunaan maupun pengelolaan keuangan.
            Kepala Dinas Pendapatan Pengeloah Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupateb Sikka, Eduardus Desa Pante dalam laporan panitia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada aparat dan Kepala SKPD dalam pengelolaan keuangan agar sesuai dengan asas dan aturan hukum yang ada. Dengan sasaran pelatihan ini adalah Pejabat Pengelolah Keuangan (PPK), Kepala SKPD dan Bendahara.
            Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari sejak, Senin (02/11/2009) hingga Jum ad (06/11/2009). Dengan jumlah peserta 100 orang, yang terdiri dari SKPD 95 orang dan Bendahara 5 orang. (johnoriwis)


Rabu, 04 November 2009

43 Jemaah Haji Siap menuju Embarkasi Surabaya.



Maumere, Sebanyak 43 calon jemaah haji siap di berangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada hari Rabu 4 Nopember 2009.


Plt. Urusan Agama Islam dan Penyelenggaraan Haji kantor Departemen Agama Kabupaten Sikka, Abdurrachman, S.Ag menjelaskan dari Quota 46 Jamaah calon haji, hanya 43 calon Jemaah yang dapat diberangkatkan setelah memenuhi sejumlah persyaratan antara lain : sehat Rohani dan jasmani serta memenihi persyaratan administrasi.

Ke 43 calon jemaah haji itu telah mengikuti 14 kali kegiatan Monasi Haji sejak tanggal 12 – 29 Oktober 2009.

Abdurrachman merincikan bahwa para Calon Jemaah Haji itu berasal dadri kalangan Nelayan, Pengusaha, Pedagang, PNS dan BUMN, sedangkan menurut wilayah asala jemaah, ia mengatakan sebanyak 25 orang dari kelurahan Wuring, 1 orang dari pulau Pemana, 2 Jemaah dari Pulau Permaan, 1 dari Pangabatang 1 dari Magepanda, 3 dari Kewapante dan 10 orang jamaah dari Maumere.

Ketua rombongan Calon Jemaah Haji, Haji Musdi Sidik kepada para calon jemaah, kemari di Lantai II Kantor Bupati Sikka mengingatkan agar senantiasa siap lebih awal di setiap lokasi pemberangkatan di Bandara.Musdi Sidik mengatakan “ lebih baik bersiap lebih awal menanti pemberangkatan disetiap
bandara dari pada ditinggalkan rombongan lain “. ( El-Jo humassikka )

Jadilah Tokoh Panutan dan Guru Iman


Maumere, Para calon Jemaah Haji diharapkan dapat menjadi Tokoh Panutan dan Guru Imam setelah kembali menunaikan ibadah Haji di tanah Suci Mekah, menjadi haji adalah sebuah peningkatan status hidup yang harus disertai perubahan Perilaku sehingga bisa menjadi panutan keluarga dan masyarakat.

Harapan tersebut dismpaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang ketika melepas 43 calon jemaah haji tahun 2009 pada hari Senin (02/11/09) baru lalu

Acara pelepasan jemaah haji tersebut berlangsung di Aula lantai II Kantor Bupati Sikka di hadiri oleh Ketua DPRD Sikka Rafael Raga SP, Vikjen Keuskupan Maumere, Ketua MUI Kabupaten Sikka dan Unsur Muspida Sikka.

Bupati Sosimus yang didampingi wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus MM dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Sikka dalam pengarahannya tersebut mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka menyatakan rasa bangga atas keberangkatan para calon jemaah hajike tanah suci.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kaum keluarga yang telah merestui salah seorang anggota keluarganya untuk turut serta pada musim haji tahun ini.

Kepada segenap anggota keluarga Sosimus menyampaikan agar senantiasa mendoakan para jemaah haji sehingga tetap sehat sejak pemberangkatan sampai dengan tiba kembali ditengah keluarga.

Tanggal 4 Nopember 2009 nanti, 43 Jemaah haji akan diberangkatkan dengan Pesawat Merpati Nusantara Air Lines menuju Embarkasi Suarabaya dan pada tanggal 6 Nopember nanti akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekah. ( El-Jo humassikka )

Rabu, 28 Oktober 2009

TANAH UNTUK KEADILAN DAN KESEJATERAHAN RAKYAT

Demikian amanat tertulis Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI), Joyo Winoto Ph.D. ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang saat tampil sebagai Pembina pada Apel Peringatan Hari Agraria Nasional ke 49 Tahun 2009 di Halaman Kantor Camat Waigete, Selasa (27/10/2009).
Reforma agrarian sebaliknya dijalankan diseluruh negeri. Dilaksanakan secara bertahap, diujicobakan diberbagai daerah. Konsep dan praksisnya diperbaiki secara terus menerus.
“ sehingga reforma agrarian perlu persiapan yang matang, terutama insan keagrariannya perlu dipersiapkan lebih baik. Terutama pengetahuan tentang reforma agraria supaya terus didalami dan dikembangkan “ jelas Winoto sebagaimana disampaikan Mitang.
Kita semua harus siap dengan reforma agrarian, terutama BPN supaya terus melakukan sosialisasi, tukar gagasan dan koordinasi adalah mekanisme yang harus dilakukan, baik di pusat maupun di daerah.
Dengan demikian masyarakat dituntut untuk bisa memahami reforma agrarian. Yang mana masyarakat yang memenuhi kriteria yang menjadi penerima manfaat. Sedangkan masyarakat yang belum memenuhi kriteria harus memaklumi ini dan memahami kondisinya.
“walau demikian rakyat bersama pemerintah harus tetap memiliki mekanisme kontrol atas pelaksanaan reforma agrarian yang sistemik, serentak dan damai. “ jelas Winoto.
Kantor pertanahan disamping menjalankan tugas kantor pertanahan juga diharapkan untuk bisa menyiapkan masyarakat secara baik supaya dapat menerima reforma agrarian secara baik.
Usai melaksanakan apel HUT Agraria 2009 yang dikomandani Kapolsek Waigete AIPDA (Ajun Polisi Dua) M.R. Suksin dilakukan penyerahan Sertifikat Tanah kepada perwakilan penerima sertifikat.
Sertifikat hak atas tanah ini dibagi dalam lima kegiatan. Pertama kegiatan Redistribusi Tanah Obyek Landreform (Redis Tol) yang dilaksanakan di tiga desa pada dua wilayah kecamatan dan menghasilkan 1.500 buah sertifikat. Untuk Kecamatan Waigete yakni Desa Nangatobong (500 buah) dan Desa Wairterang (500 buah) serta untuk Kecamatan Talibura di Desa Nebe sebanyak 500 buah.
Kegiatan kedua adalah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona). Kegiatan ini dilakukan di lima desa pada tiga kecamatan dan menghasilkan seribu buah sertifikat. Desa Nita Kec. Nita (300 buah), Desa Tilang Kec. Nita (200 buah), Desa Koting D Kec. Koting (100 buah), Desa Baomekot Kec. Hewokloang (100 buah) dan Desa Rubit Kec. Hewokloang (300 buah).
Kegiatan Sertifikasi Tanah Usaha Mikro dan Kecil (Sertifikasi Tanah UMK) ini merupakan kerjasama BPN dengan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Koperasi dan UMKMK yang terlaksana di 12 kelurahan dan 32 desa yang tersebar dalam 13 wilayah kecamatan dan menghasilkan 400 buah sertifikat.
Selanjutnya adalah Sertifikasi Tanah Komunitas Adat Terpencil /KAT, yang merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sikka untuk Desa Hikong Kec. Talibura sebanyak 51 buah.
Sedangkan kegiatan terakhir adalah Sertifikasi Tanah Instansi Pemerintah Kabupaten Sikka sebanyak 42 buah sertifikat.
Penyerahan sertifikat tanah kepada para perwakilan ini dilakukan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang didampingi Wakil Bupati Sikka dr. Wera Damianus,M.M. dan Pejabat yang mewakili Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. NTT, yakni Kepala Tata Usaha BPN Prop. NTT Drs. H. Ahmad Daeng.
Sebelumnya Pejabat yang mewakili Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. NTT, yakni Kepala Tata Usaha BPN Prop. NTT Drs. H. Ahmad Daeng. menyerahkan plakat Kenang – Kenangan dari Kepala Kantor Wilayah BPN Prop. NTT kepada Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, karena telah mendukung segala kegiatan BPN di Kabupaten Sikka.
Yoseph Jempin, perwakilan penerima sertifikat asal Desa Koting D Kecamatan Koting , saat dikonfirmasi mengaku senang dan menyampaikan terima kasih kepada BPN dan Pemerintah Kabupaten Sikka, yang telah mempermudah masyarakat dalam pembuatan sertifikat tanah.
Hadir pada kesempatan tersebut para Camat se Kabbupaten Sikka, Kepala Dinas Badan Kantor Bagian, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan perwakilan masyarakat dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka. (johnoriwis)

DKP GELAR SOSIALISASI PENYADARAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT


Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Sabtu (24/10/2009) kemarin menggelar Sosialisasi Penyadaran Budidaya Rumput Laut bagi petani rumput laut yang ada di Desa Koja Gete, Desa Koja Doi dan Desa Permaan di Gudang Rumput Laut Koja Doi.
            Sosialisasi yang dilakukan sehari ini bertujuan untuk membangkitkan kembali niat para petani yang ada di Wilayah Teluk Maumere supaya terus mengembangkan dan melakukan budidaya rumput di daerah tersebut.
Sebab selama dua tahun belakangan, para petani rumput laut yang ada di Kepulauan Teluk Maumere tidak lagi melakukan aktivitas bertani rumput laut akibat gagal panen.
            Menurut Kepala Bidang Perikanan Budidaya Pesisir dan Pulau – pulau Kecil pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka, Malik Bakhtiar, S.Pi. gagal panen yang dialami oleh para petani rumput merupakan dampak dari perubahan iklim secara global dan ulah dari para petani rumput laut itu sendiri.
            “ gagal panen rumput laut merupakan bencana. Dan bencana harus dilihat sebagai rahmat dari Allah, yang harus kita maknai secara baik. Untuk itu, masyarakat perlu membangun kesadarannya untuk membudidayakan rumput laut kembali “ harap Bakhtiar.
            Dengan membudidaya rumput laut, kondisi perekonomian dalam rumah dapat terbantu. Tinggal bagaimana para petani melakukan kontrol dan memanajemen keuangan yang ada sebagai hasil dari penjualan rumput laut secara baik.
            Dikatakan Bakhtiar, hasil penjualan rumput laut supaya dapat dimanfaatkan untuk keperluan dalam rumah, sedang sebagian diupayakan untuk disimpan sebagai modal usaha. Sehingga kegiatan petani rumput laut dalam mengolah dan membudidaya rumput laut terus berkelanjutan.
            Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk secara berlebihan dan diluar aturan penggunaan yang ada, serta masyarakat dihimbau untuk menghindari penggunaan bom dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan.  Agar laut tidak tercemar dan menyebabkan rumput laut terserang berbagai penyakit, sehingga petani mengalami gagal panen.
            Sementara itu Kepala Seksi Sarana Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sikka, Yosep Klau Berek saat sosialisasi menjelaskan Daerah Kepulauan yang ada di Teluk Maumere merupakan wilayah yang terkenal dengan rumput bahkan menjadi contoh bagi daerah lain di seluruh pelosok Indonesia dalam hal pengelolahan dan budidaya rumput laut.
            Untuk itu masyarakat perlu membangun kembali kesadaran dan niat untuk mengembangkan kembali rumput laut, karena hanya dengan kesadaran dan niat upaya untuk meraih kembali masa kejayaan dapat tercapai.
            “ kita harusnya malu, karena secara nasional petani rumput laut yang ada di Koja Doi dan pulau sekitarnya menjadi pusat contoh dan pembelajaran bagi petani rumput laut yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimatan dan Bali serta daerah lainnya di Indonesia sementara saat ini budidaya rumput laut di Koja Doi sudah tidak berlangsung” jelas Berek.
            Hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat petani rumput laut, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Kepala Desa dari Desa Koja Gete, Desa Koja Doi dan Desa Permaan. Sementara dari dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka Ibu Merry Simbolon, Flomeska Juang, Jhoni Lodo, Yohanis Xaverius dan Wenses Maring. (johnoriwis/humassikka)


Jumat, 23 Oktober 2009

SOSIMUS : Jalin Kerukunan Antara Umat beragama

Maumere, SPIRIT_ Jalin kerukunan antar umat beragama demi membentengi semua persoalan yang masuk dari luar demi terciptanya situasi yang aman dan harmonis menuju Sikka yang bermartabat. Demikianlah harapan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang ketika membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan menteri Dalam Negeri Nomor 9 / 8 tahun 2006 bagi Tokoh Agama, Tokoh Generasi Muda dan Penyuluh Agama tingkat Kabupaten Sikka.




Sosialisasi peraturan Menteri tersebut dilaksanakan di Aula Paroki Watu Bala, Kamis (22/10/2009) dan didikuti oleh Tokoh agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda dari 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Waigete, Talibura dan Waiblama.



Kegiatan yang difasilitasi oleh Badan Kesbangpol dan Limas Kabupaten Sikka ini, dihadiri oleh Para Pemuka Agama dari masing-masing Agama, Camat Waigete Agustinus Akar S.Sos, Camat Talibura Vinsensius Hulir, Perwakiln dari Kecamatan Waiblama, Kepala Bagian Kesra Servasius Kabu, Asisten 1 Melkior Gedo SH dan para peserta



Bupati Sikka dalam Sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan sosialisasi tersebut mengharapkan agar Iman yang dimiliki oleh setiap individu harus benar-benar penuh dan utuh dari dalam diri sehingga dapat menghalau berbagai kemungkinan yang datang atau yang masuk dari luar.



Dikatakannya perwujudan iman dalam kehidupan nyata sehari-hari adalah saling menghormati antara umat beragama

” sesuai dengan peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri bahawa semua individu wajib memelihara kerukunan antara umat beragama”

Disamping itu dalam Peraturan menteri tersebut juga termuat aturan tatacara pendirian rumah ibadat sehingga tidak terjadi silang sengketa antar pemeluk agama.



Sosimus juga menegaskan kepada seluruh PNS untuk selalu mengikuti pembinaan rohani pada hari jumad minggu pertama dalam bulan.serta kepada seluruh masyarakat Sikka agar selalu sambung rasa dalam merukunkan semua agama di Nian Sikka ini



Diakhir arahan Bupati Sikka menghimbau jika kita ingin bangsa Indonesia tetap bersatu padu, berdiri kokoh ditengah bangsa lain, cegah faktor-faktor yang dapat menghambat dan memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa untuk itu mari kita bangun Komitmen untuk selalu bersama berjuang merobah tatanan hidup yang bermartabat menuju terciptanya masyarakat Sikka bahagia dan sejahtera. (jonathan/humassikka)

DILUNCURKAN, BUKU SEJARAH WISUNG FATIMA LELA


Maumere,_ selama ini orang banyak bertanya tentang Wisung Fatima Lela, terutama sejarah kehadirannya. Akhirnya diselah acara Perayaan Ekaristi pada Ziarah di Wisung Fatima Lela, buku sejarah berjudul “Maria Fatima.Dari Cova da Iria Sampai Lela”, pun diluncurkan.


Penulis buku ini, Rm. Richard Muga Buku, Pr. sesaat sebelum meluncurkan buku ini berkisah kehadiran buku ini untuk memenuhi dan menjawab daftar tanya perhal Wisung Fatima Lela.

Buku ini berisikan sejarah kisah penampakan Bunda Maria di Cova da Iria, Fatima, Portugal kepada Lusia, Franssesco, dan Yasinta dengan pesan-pesan yang disampaikan Bunda Maria dalam rangkaian penampakan dimaksud. Kisah perjalanan Arca Maria dari Fatima yang mengunjungi Flores pada Agustus tahun 1951. buku ini juga mengulas sejarah berdirinya Wisung Fatima Lela yang diprakarsai Pastor Paroki Lela kala itu, P. H. Bolscher SVD, P. Van Es SVD dan Kapitan Lela saat itu, M. Kristianus da Silva.

Peluncuran buku ditandai dengan pemberian beberapa buku oleh penulis kepada Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, Ketua DPRD Sikka Rafael Raga, Sekda Kabupaten Sikka Sabinus Nabu, dan Pastor Paroki Lela, Romo Laurens Noi, Pr.

Dalam buku tersebut, Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD juga memberikan kata pengantar. Antara lain Uskup mengajak umat untuk tidak saja hidup dari liturgy tetapi juga yang meneguhkan iman mereka melalui berbagai bentuk devosi (berdoa menyerahkan diri), terutama devosi kepada St. Perawan Maria.

Untuk diketahui peluncuran buku ini bertepatan dengan 60 tahun usia Wisung Fatima Lela. Wisung Fatima Lela memiliki lokasi sekitar 3 hektar lebih. Di dalam lokasi ini ditata/dibangun empat rumah kecil untuk pentahtaan Sakramen dan Arca Bunda Maria.

Di atas lokasi ini dibangun pula stasi/perhentian untuk mengenang misteri wafat Kristus. Ada Salib besar yang dipasang di bukit/golgota yang dapat dilihat oleh siapa saja bila hendak memasuki Wisung Fatima Lela.

Keberadaan Wisung Fatima Lela semakin indah dan menawan karena di sekitar tangga menuju rumah pentahtaan Bunda Maria ditanam/hidup pelbagai bunga. Demikian juga di areal Wisung Fatima Lela bertumbuh dan hidup aneka pohon penghias dan peneduh yang melindungi peziarah dari terikan matahari. (johnoriwis/humassikka)

PORDAFTA DAN BERITA DI BALIK BERITA



Untuk tulisan ini, yang dimaksudkan dengan Florata adalah akronim untuk Flores dan Lembata sebagai sebuah identifikasi untuk salah satu wilayah kepulauan di NTT yang sedang bergulat untuk maju dalam berbagai bidang pembangunan. Dalam wilayah Florata terdapat sembilan kabupaten dan kini semakin dikenal dengan julukan Negeri Sembilan, nama yang pernah kesohor pada zaman pemerintahan raja-raja dahulu.



Pada tanggal 26 September 2009 yang lalu, Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya telah berkenan membuka Pekan Olahraga empat tahunan, Pordafta ke-3 tahun 2009 ini. Pesta Olahraga tersebut kemudian ditutup oleh Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang pada tanggal 2 Oktober 2009 dalam suatu pawai kemenangan atlit yang membanggakan. Pawai ini tidak hanya menjadi kenangan yang dibanggakan para atlit peraih medali saja. Secara generatif, pawai kemenangan itu juga menjadi kebanggaan warga Florata karena memiliki satu generasi baru yang mulai melihat begitu pentingnya kompetisi untuk prestasi tanpa meninggalkan dendam kesumat diantara sesama atlit. Kalau tokh ada perasaan semacam itu, bagi setiap insan olahraga akan ditata secara positif dan professional berkerangka peningkatan prestasi untuk menghadapi ajang pertarungan berikutnya.

Pelaksanaan Pekan Olahraga ini tentu menguras banyak biaya yang mesti ditanggung oleh kesembilan Pemerintah Daerah untuk para atlit dan kontingen. Bentuk dukungan lain dari setiap pemerintah kabupaten, masyarakat dan keluarga juga tidak sedikit demi menghantar setiap atlit ke arena Pordafta dalam kesiapan yang paripurna. Penggemblengan para atlit oleh pelatih dan tim official melalui latihan-latihan yang intensif, kerelaan orang tua untuk melepas putra-putri mereka ke arena tersebut dengan berbagai konsekuensi. Bahkan rela menghadapi kemungkinan terburuk seperti kalah, terluka atau cedera.

Tidak dapat disangkal bahwa semua dukungan itu bermuara pada performance kontingen di tengah pertarungan olahraga prestasi ini. Nama dan harga dri kabupaten menjadi taruhannya.

Selain hal terakhir ini, dibalik ramainya tempik sorak para pendukung yang secara tidak sadar mempertontonkan moralitas perang, tentu masih ada banyak hal lain yang bisa kita petik. Kompetisi ketangkasan seperti halnya moralitas perang yang dimiliki seekor Elang dalam menghadapi seekor Merpati ternyata masih menyiratkan dan menyisakan dimensi lain yang kaya makna Pertanyaan “mengapa (?)” justru menjadi titik-tolak untuk pencarian makna dalam proses refleksi tentang Pordafta.

Salah satu pertanyaan yang boleh diajukan di sini adalah mengapa justru kawanan Merpati yang dilepas pada seremoni pembukaan Pordafta kali ini dan bukannya Elang? Jawabannya, , karena Merpati menjadi sponsor tunggal dari seluruh event ini. Kawanan burung peliharaan itu dilepas untuk terbang menuju sebuah kompetisi terbuka dengan berbagai resiko. Terluka dan kalah atau kembali pulang sebagai pemenang, dan mendapat julukan The Winner. Baik yang terluka maupun the winner, merpati tak pernah kehilangan naluri berkomunitas. Mereka tetap terbang bersama dalam kawanan menuju lokasi yang tersedia cukup pangan dan air. Kawanan Merpati mengajarkan dictum Persaudaraan kepada para atlit, semua kontingan dan masyarakat Florata. Puluhan Spanduk Pordafta 2009 mencantumkan pesan tentang pentingnya menggalang persaudaraan dan solidaritas di persada nusa bunga Florata. Seperti ungkapan merpati tak pernah ingkar janji demikian pula rakyat dan para pemimpinnya. Pordafta hanyalah masa jeda diantara gerak langkah dalam menata negeri sembilan ini mejadi sebuah kawasan yang lebih makmur dan bermartabat sebagai wujud cita-cita dan perjuangan bersama.

Sebaliknya Elang tidak laku sebagai sarana penyemarak seremoni Pordafta karena jenis burung pemangsa ini tak punya naluri kesetiakawanan. Ia terlalu egois; mau berteman ketika libido seksualnya bangkit. Setelah itu ia kembali berjibaku di alam raya sambil mengibarkan spanduk yang bertuliskan prinsip-prinsip hukum rimba. Perlu dimaklumi bahwa lawan atau mangsa yang dicari hewan berparu ini pada umumnya makluk lemah seperti Merpati. Konon, dalam dunia margasatwa hanya Elang yang belum mempertanggung jawabkan keperkasaannya dihadapan sang Raja rimba raya.

Contoh lain adalah dua hal signifikan yang sejauh pengamatan saya belum tersentuh oleh pena para pemburu berita. Yang pertama, penurunan baliho raksasa yang memuat iklan rokok Surya di depan Gelora Samador dan yang kedua adalah pernyataan serta himbauan Gubernur Propinsi NTT Frans Lebu Raya tentang kewajiban para atlit Pordafta untuk membangun satu barisan generasi yang kuat guna melawan Narkoba.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Sikka dengan latar belakang profesinya sebagai seorang dokter, Ketua Panitia Penyelenggara dr. Wera Damianus, M.M menginstruksikan pengusaha Gudang Garam Surya untuk segera menurunkan iklan rokok tersebut karena tidak sejalan dengan prinsip olahraga yang menjunjung tinggi kesehatan masyarakat dan insan olahraga. Rokok sebagai drakula yang mengancam ketangguhan para atlit tidak punya tempat dalam dunia olahragawan dan di sekitar arena olahraga. Event Pordafta kali ini memang bukan merupakan kesempatan emas bagi pengusaha rokok untuk meraup untung. Tapi produk kenikmatan satu ini terlihat masih punya tempat di saku celana sejumlah official dan pelatih. Di sela-sela pertandingan mereka mengepulkan asap rokok, juga dihadapan para atlit binaannya. Sesuatu yang tidak elok untuk dipertontonkan

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam pidato pembukaan Pordafta menegaskan permintaannya kepada para atlit, official dan masyarakat khususnya generasi muda untuk senantiasa membangun kekuatan melawan narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adktif alinnya). Namun hingga hari terakhir penyelenggaraan Pordafta isu ini belum mendapat porsi dalam pemberitaan media masa. Bisa saja rekan-rekan wartawan mengacukan hal ini karena tak pernah ada tindakan eksploratif berupa test urine terhadap para atlit. Kalau saja pihak panitia penyelenggara melakukannya maka kegiatan dan hasil test itu akan mejadi berita besar bagi masyarakat Florata.

Tindakan dr. Wera Damianus dan pernyataan Gubernur NTT Frans Lebu Raya adalah hal yang amat berharga khususnya bagi kehidupan para atlit. Dua produk kenikmatan ini yakni rokok dan narkoba pada umumnya telah menjadi sebuah arus deras yang tengah diperangi oleh semua insan olahraga dengan membangun moralitas kesenangan. Secara sepintas istilah ini bisa mejerumuskan kita pada pengertian tentang keleluasaan badan untuk bersenang-senang. Sebaliknya, justru kaum humanis menggunakan istilah ini untuk menitik-beratkan orientasi mendisiplinkan badan. Moralitas kesenangan tidak sama dengan menahan nafsu melainkan mengarahkan nafsu secara positif agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena itu aktivitas olahraga menjadi pilihan sempurna untuk mengarahkan keinginan-keinginan destruktif. Olahraga menjadi kutub pembebas yang dapat menyelamatkan jiwa yang sedang dibayangi hasrat negatif. Aktivitas olahraga juga dapat lebih menyehatkan dan menjamin stabilitas daya tahan tubuh atau stamina yang merupakan prasyarat dalam kompetisi dan pertandingan olahraga. Jika seorang olahragawan mengkonsumsi narkoba termasuk rokok, maka ia sebetulnya telah mundur selangkah. Karena aliran darah yang telah terkontaminasi narkoba akan menyulitkan kerja otak dalam membangun konsentrasi yang sangat dibutuhkan demi suksesnya sebuah pertandingan. Dalam buku Making Sense, Julian Baggini, menyodorkan sebuah contoh yang cukup ekstrim tentang pemecatan seorang presenter program TV anak-anak yang memegang jam siaran terpanjang di Inggris. Presenter itu dipecat setelah mengaku sebagai pengguna kokain. Ia kemudian meminta maaf kepada pemirsa karena telah mengecewakan mereka.

Olahraga adalah aktivitas manusia yang amat penting dan mengandung nilai universal. Filsuf dan sastrawan Perancis Albert Camus memandang sport atau kegiatan olahraga sebagai sumber pembelajaran moralitas manusia. Demikian halnya dari event seperti penyelenggaraan Pordafta. Menurut pandangan Camus, kegiatan olahraga dapat menjadi suluh bagi masyarakat yang menghendaki sebuah kehidupan yang menghibur, sehat dan bermartabat serta bebas dari berbagai tekanan baik yang berkaitan dengan faktor ekonomi maupun konflik sosial dan politik.

Sebagai makluk sosial, masyarakat membutuhkan solidaritas dan ingin hidup bersaudara tanpa mengkhianati prinsip kompetisi dalam olahraga. Konflik sebagai candu peradaban solider menjadi salah satu mandat terbuka dari sebuah arena pertandingan untuk para pemimpin agar mereka selalu tampil sebagai tokoh yang sejuk dan berusaha sejauh mungkin mengikis kecenderungan-kecenderung yang mengarah kepada terjadinya konflik. Misalnya, menghindari orientasi kepentingan pribadi atau kelompok dalam suatu wadah, organisasi masyarakat atau organisasi sosial politik. Konflik juga bisa beranak-pinak dari beda pendapat atau persepsi yang mengakibatkan melemahnya asas perjuangan dan cita-cita bersama jika tidak segera dipertemukan dan didamaikan. Olahraga prestasi seperti yang dipertandingkan dalam Pordafta selama ini mengajarkan banyak keutamaan bagi kehidupan masyarakat seperti sportivitas, ulet dan disiplin serta bersedia mengakui keunggulan orang lain. Seorang wasit yang mempimpin pertandingan wajib menampilkan sikap cermat dan adil, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dengan tidak berpihak pada kubuh atau atlit tertentu. Persaudaraan masyarakat Florata yang digalang melalui pesta olahraga ini harus diberi roh atau spirit. Roh dan spirit itu tidak lain adalah nilai-nilai yang secara implisit ada dalam semua cabang olahraga.

Ajakan untuk membangun solidaritas dan persaudaraan antara sesama warga Florata adalah bagian dari tindakan mengubah negeri sembilan ini menjadi lebih maju dan bermartabat. Harapan tersebut tidak mustahil kalau serumpun nilai sebagaimana tersebut diatas telah menjadi landasan yang kokoh dalam seluruh aktivitas pembangunan yang sedang berjalan. (kanislewar/humassikka)

SOSIMUS : selamatkan bayi kita



Maumere_ Fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sikka boleh dikatakan sudah sangat memadai, namun masih banyak bayi yang meninggal akibat keterlambatan pelayanan dan sebab lainnya. Untuk itu, kita patut membangun kesadaran dan terus berupaya untuk menyelamatkan bayi kita.



Demikian ajakan ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekertaris Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, ketika membuka Seminar Lokakarya Menyelamatkan Tunas Bangsa, di Aula Hotel Mai Wali Maumere, Selasa (13/10/2009).

Meningkatnya angka kematian bayi ini akibat empat terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. Selain itu kematian bayi juga disebabkan karena tiga terlambat, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.

“ padahal di Kabupaten Sikka, fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah boleh dikatakan sudah cukup memadai. Namun akibat empat terlalu dan tiga terlambat inilah, banyak bayi yang tidak terselamatkan “ jelas Sabinus.

Masalah kematian ibu dan bayi merupakan salah satu permasalahan yang kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sehingga sumber daya manusia, terutama orang tua perlu ditingkatkan. Karena masih banyak ibu – ibu yang beranggapan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan sesuatu yang alami dan dianggap tidak perlu adanya pemeriksaan dan perawatan. Dan tanpa mereka sadari bahwa ibu hamil masuk dalam daftar kelompok dengan resiko kematian yang tinggi.

Menyikapi berbagai permasalahan yang menjadi penyebab kematian ibu dan bayi, perlu dibangun suatu strategi yang tepat untuk dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu strategi adalah dengan memantapkan dan mengimplementasikan secara baik program Desa Siaga.

Sementara itu Ketua Yayasan Melati – Jakarta , Ny . Dr. Gayati Suryaningsih,M.PH. menjelaskan tingginya angka kematian bayi lebih pada rendahnya perhatian dan pengawasan terhadap bayi. Untuk itu pihak – pihak yang berkompeten antara lain dokter, perawat, bidan dan LSM supaya meningkatkan pelayanan dan perhatian kesehatan terhadap ibu dan bayi, selain peningkatan perhatian oleh ibu dan bapak bayi juga adalah secara terus menerus perlu melakukan upaya penyadaran para ibu untuk memberikan perhatian serius pada anak.

“ kita hendaknya mencintai bayi – bayi yang ada disekitar kita, berikan kasih sayang dan perhatian kesehatannya serta jangan biarkan mereka meninggal. Karena dengan menyelamatkan bayi, berarti kita menyelematkan tunas – tunas bangsa “ jelas Suryaningsih.

Dilain pihak Koordinator Program AIPMNH Kabupaten Sikka, dr. Edward Hutabarat dalam sambutan singkatnya mengatakan masalah kematian bayi merupakan masalah kita semua. untuk mengatasi masalah ini, semua pihak dituntut supaya terus memberikan perhatian, memperluas wawasan dan tetap memperhatikan empat terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu banyak. Selain itu kematian bayi juga disebabkan karena tiga terlambat, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat untuk dikirim ke tempat pelayanan kesehatan dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan kegiatan Seminar Lokakarya Menyelamatkan Tunas Bangsa ini, merupakan kerjasama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka dengan Yayasan Melati dan AIPMNH Kabupaten Sikka.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sikka, Irma Tibuludji, S.IP dalam laporan panitia yang disampaikan Fitrinita Ladapase, mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah kesehatan neonatal, sehingga didapatkan kesepakatan tentang upaya pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat dalam mengasuh bayi baru lahir sebagai upaya berkesinambungan untuk kelangsungan hidup bayi baru lahir.

Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta yang teridiri para dokter, perawat, dan bidan serta pihak lain yang mempunyai peran dalam menyelamatkan ibu dan bayi. Juga menghadirkan sejumlah nara sumber yang telah sekian lama bercimpung dalam dunia pelayanan kesehatan ibu dan bayi, antara lain Dr. Gayatri Suryaningsi, MPH. Plt. Drs. Ade Srilestari Yuwon, MA. dan Ny. Koesharti Dibiyo,S.H. serta Dra. Ade Iva Wicaksono,MSc.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali, Sekertaris Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sikka Muh. Daeng Bakir dan Dir. Puspas Keuskupan Maumere, Rm, Sirilus. (johnoriwis/humassikka)

RUAS JALAN KE NUABARI MEMPRIHATINKAN


Maumere_ Ruas jalan menuju Dusun Nua Bari yang ada di Desa Lanandereta Kecamatan Paga, kondisinya sangat memrihatinkan. Sehingga jumlah para wisatawan yang hendak melihat langsung peninggalam jaman megalitikum berupa Kubur Batu menurun drastis.



Seperti yang dialami Spirit NTT, Kamis (15/10/2009) lalu, jalan aspal yang ada sudah rusak berat. Tampak bagian tengah jalan sudah lubang dan pecah akibat erosi. Ditambah lagi, kondisi geografis menuju Nuabari yang berada diatas ketinggian kira – kira 5 KM diatas permukaan laut ini, membutuhkan nyali lebih dari para pengunjung.

Menurut penjaga / pemelihara kubur batu Nuabari, Yoseph Eman, sejak beberapa tahun terakhir jumlah wisatawan yang datang melihat Kubur Batu menurun dari biasanya. Saat ini dalam sebulan paling tidak hanya satu orang yang datang melihat dan menyaksikan kubur yang ada.

Jarak Nuabari dari Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka kira – kira 58 km. untuk bisa sampai di Nuabari, ditepi ruas jalan negara Ende – Maumere tepatnya di Desa Wolowiro, terpampang sebuah papan bertulis Menuju Nuabari.

Nuabari terletak diatas sebuah batu cadas besar, diatasnya dibangun rumah dan kubur batu tersusun ditengah kampung, sementara sebagiannya berada di halaman rumah adat maupun rumah tinggal. Suasana Nuabari memang tentram, keramahan dan senyum warga desa sepertinya menjadikan para pengunjung menjadi lebih nyaman.

Tak hanya Nuabari, peninggalan jaman batu besar (megalitikum) ini pun terdapat di wilayah Kecamatan Tanawawo. Tepatnya di Dusun Sokowaga Desa Detu Binga. Sama seperti menuju Nuabari, ruas jalan menuju Sokowaga ini pun sangat memrihatinkan.

Menurut cerita dari seorang Laki Tana dari Detu Binga, Yeremias Malu, proses pembuatan kubur batu ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan memakan biaya yang tidak sedikit. Awalnya batu yang hendak dijadikan kubur dicari ditengah hutan dan supaya bisa meringankan beban dan mempermudah kerja para tukang supaya menghasilkan kubur yang baik tentunya dibutuhkan hewan kurban.

“ biasanya yang dikubur dalam kubur batu adalah para mosa laki, laki tana atau orang yang menduduki jabatan penting dalam pemerintahan adat “ jelas Malu.

Kubur batu ini ada dua model, satu berbentuk lebih besar dan merupakan tempat untuk menguburkan orang dalam keadaan utuh. Sementara jenis lainnya lebih kecil, dan hanya menjadi tempat dikuburkannya tulang – tulang leluhur.

Biasanya kubur batu terdiri dari dua bagian, yakni bagian bawah merupakan tempat menyimpan jenasah atau tulang, sementara bagian atas merupakan penutup yang berasal dari batu ceper yang dibentuk lebih besar beberapa inchi dari bagian bawahnya.

Pada bagian bawah dicari batu besar dan dipahat membentuk kubus menyerupai kotak. Yang meninggal biasanya dimakamkan dalam kubur batu dalam posisi duduk. Selanjutnya untuk merekatkan dua bagian ini digunakan campuran abu dapur dan air. Nuabari dan Sokowaga tentunya berharap agar lokasi kubur batu ini terus dipromosikan sembari terus melakukan perbaikan dan pembenahan fasilitas ke sana. (johnoriwis/humassikka)

ROMBONGAN TURIS AKAN KUNJUNGI LELA



Maumere_ Lebih dari seratus turis manca Negara asal Australia dan New Zaeland akan mengunjungi Kecamatan Lela guna melihat langsung peninggalan Portugis dan Kesenian lain yang ada di wilayah tersebut. Para wisatawan mancanegara ini akan mengunjungi Lela bulan Januari 2010 mendatang.



Demikian hal ini disampaikan Camat Lela Richardus Piterson, saat ditemui di Kantor Camat Lela, Senin (19/10/2009).

Dikatakan Piterson, informasi tentang kedatangan para turis mancanegara ini diperolehnya secara langsung dari utusan salah satu pengelolah travel. Sebelumnya hal yang sama pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Menjelang kedatangan para wisatawan asal Australia dan New Zaeland serta para turis dari negara lainnya, pihak Pemerintah Kecamatan Lela telah melakukan koordinasi dengan para tokoh adat, pengelolah kerajinan tangan, sanggar, penjaga dan pengelola regalia yang ada di Kecamatan Lela untuk melakukan persiapan.

“saat ini para pemilik indutri ketrampilan tangan sedang membuat souvenir dengan gaya dan model khas asal wilayah Kecamatan Lela, souvenir – souvenir ini akan dijual kepada para pengunjung asing sebagai cindera mata kalau meraka pernah menyinggahi Sikka dan wilayah lain yang ada di Kecamatan Lela” jelas Piterson.

Seperti yang disaksikan Spirit NTT, sebagian hasil kerajinan tangan kelompok kerajinan yang ada di Kecamatan Lela, dipajang / dipamerkan di Ruang Lobi Kantor Camat Lela.

Souvenir dan karya seni dari para pengerajin yang dipajang antara lain gelang, kain tenun, anyaman, dan beberapa model kerajinan tangan lainnya. Dikatakan Piterson, karya seni yang dibajang tersebut merupakan hasil dari karya kelompok seni yang ada disembilan desa yang ada di Kecamatan Lela.

Selain itu sejumlah sanggar seni seperti Jiro Jaro juga sedang mempersiapkan berbagai atraksi menari untuk dipertunjukan kepada para wisatawan. Sedangkan Bengkel Seni “Lalan Krus” juga terus memproduksi souvenir dengan menampilkan kesenian setempat sebagai ciri dan seni dari Kecamatan Lela. Demikian hal yang sama juga dilakukan kelompok seni Mutiara Senja.

Menurut rencana, para wisatawan akan tiba di Lela pada 10 Januari 2010 menggunakan sebuah kapal pesiar, dan akan berlabuh di Pelabuhan Sikka. Selanjutnya para wisatawan akan mengunjungi sejumlah obyek wisata yang ada, seperti Gereja Tua Sikka, Arca Meninu dan Sinhor, Wisung Fatima Lela, Regalia Kerajaan Sikka dan Gereja Lela, serta sejumlah obyek wisata yang ada di Lela.

Selanjutnya rombongan wisatawan akan melanjutkan perjalanan ke barat, menuju Labuan Bajo. (johnoriwis/humassikka)